Kamis, 06 Juni 2013

KEKERASAN TERHADAP ANAK

Kekerasan terhadap anak-anak adalah perilaku yang bersifat tindak penganiayaan yang dilakukan orang tua [dewasa] terhadap anak-anak [usia 0 - 18 tahun, atau sepanjang mereka masih berstatus anak secara hukum]. Pada umumnya, masyarakat berbendapat bahwa kehadiran anak [dan anak-anak] dalam keluarga merupakan berkat dan karunia dari TUHAN kepada pasangan suami-isteri. Mereka merupakan titipan TUHAN Yang Maha Kuasa kepada ayah dan ibunya. Oleh sebab itu, anak wajib dijaga dan dilindungi, karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi.
Seiring dengan itu [perubahan, pertumbuhan, perkembangan], seringkali terjadi benturan-benturan ketika anak [dan kreativitas pikiran dan tingkah lakunya] berhadapan dengan ayah-ibu mereka serta orang dewasa lainya. Dan tidak menutup kemungkinan, dampak dari benturan-benturan itu adalah berbagai bentuk perlakuan [kekerasan fisik, kata, psikhis yang dibungkus dengan kata-kata semuanya adalah nasehat dan didikan] orang dewasa kepada anak [dan anak-anak]. Hal itu terjadi karena orang dewasa [atas nama orang yang melahirkan, yang memberi kehidupan, yang mengasuh, lebih tua, lebih dewasa, lebih pengalaman, lebih tahu, harus didengar, harus dihormati, dan lain-lain] menganggap anak [dan anak-anak] telah melawannya, bandel, tidak mau dengar-dengaran, keras kepala, serta telah melakukan banyak tindakan perlawanan terhadap orang yang lebih tua. Tindakan-tindakan dalam rangka upaya pendisiplinan, menuntut kataatan tersebutlah yang menjadikan orang tua memperlakukan anak-anak mereka secara fisik dan psikologis, sehingga berakibat penderitaan, tidak berdaya, bahkan kematian.

Senin, 03 Juni 2013

PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 mencapai kondisi yang baik pada kuartal pertama atau menjelang 4 bulan pertama awal tahun ini, pada tahun 2011 pertumbuhan mencapai 6,5% dan pada tahun 2012 sedikit menurun menjadi 6,2%. Tahun ini, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tetap di angka 6,2% sedikit berbeda dari perkiraan di akhir Desember lalu, yaitu 6,3%.  Pertumbuhan di tahun 2014 diperkirakan akan mencapai 6,5%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini masih saya pandang biasa, walau terlihat tumbuh namun indeks pemerataannya belum sempurna. Perputaran keuangan masih didominasi oleh orang-orang lama, walaupun ada gelembung peningkatan kelas menengah, tetapi hanya terdapat di kota-kota besar saja.

Jelang pemilihan presiden 2014, dan penundaan kenaikan harga BBM yang dilakukan beberapa waktu yang lalu akan menjadi bom waktu ekonomi yang akan meledak sebentar lagi disertai kondisi politik yang tidak stabil pula. Semoga prediksi saya ini salah. Prediksi saya ini salah ketika kegiatan ekonomi di sektor riil dapat tetap stabil dari terpaan badai politik dan globalisasi.

TULISAN

PENGALAMAN PRIBADI

Bermula pada saat saya duduk di bangku sekolah, pada saat itu saya masih kelas 3 SMA. Saya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler basket di sekolah. Pada waktu itu ada seleksi pemilihan timnas basket di sekolah saya. Hanya 10 orang yang dipilih untuk bisa masuk tim utama. Alhamdulillah saat itu saya lolos dalam seleksi tersebut. Perasaan saya waktu itu sangat senang sekali.
Sejak saat itu latihan pun semakin padat untuk mempersiapkan kejuaraan basket antar sekolah. Pelatih juga mulai memilih posisi yang akan ditempatkan oleh para pemain, Ada point guard, center dan shooting guard. Saya ditempatkan pada posisi shooting guard, ya memang saya cukup handal dalam menshoot bola, posisi ini sesuai dengan yang saya inginkan. Setiap minggu latihan yang diterapkan semakin berat dari mulai latihan fisik, latihan pola serangan-bertahan dan juga latihan mental. Semua dilakukan agar bisa menjuarai kejuaraan T-ball Cup.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang, rasa gugup dialami oleh tim kami. Sebelum memulai pertandingan kami berdoa dengan harapan menang. Lawan pertama kami adalah tim basket dari SMA Global Prestasi.  Pertandingan pun dimulai dengan sangat menegangkan. Tim kami sempat tertinggal point, tapi berkat kerja keras dan kerja sama tim, kami bisa membalikan keadaan menjadi unggul. Akhirnya tim kami pun menang di pertandingan pertama melawan SMA Global dan kami pun selalu menang di pertandingan berikutnya sampai akhirnya tim kami kalah di semi final melawan SMA Ananda.
Saya sangat kecewa pada waktu itu, teman-teman pun sangat sedih. Perjuangan kami ternyata terhenti di semi final saja. Ya walaupun kami tidak menang tapi kami merasa bangga karena kami sudah bermain cukup baik dan sudah mencapai semi final. Ya itulah Pengalaman saya pertama kalinya mengikuti perlombaan Basket. Walaupun kalah tetapi saya akan tetap mencintai olahraga basket.

Jumat, 19 April 2013

Tugas softskill 2 Bahasa Indonesia#


LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENULISAN ILMIAH.

Langkah – langkah penulisan ilmiah biasanya sebagai berikut :

1. Bagian Awal
Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
2. Bagian Tengah.
1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori
3. Metode Penelitian
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
3. Bagian Akhir.
3.Bagian akhir terdiri dari:
            1. Daftar Pustaka
            2. Lampiran
Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :

A. Bagian Awal.
            Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi    yakni sebagai berikut :
1. Halaman Judul
         Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.
2. Lembar Pernyataan
            Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
3. Lembar Pengesahan
            Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
4. Abstraksi
            Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
5. Kata Pengantar
            Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
6. Halaman Daftar Isi
            Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram

B. Bagian Tengah.

1. Pendahuluan
            Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.
f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah

2. Landasan Teori
            Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3. Metode Penelitian
            Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
4. Analisis Data dan Pembahasan
            Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5. Kesimpulan (dan Saran)
            Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

C. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

Tugas Softskil 1 Bahasa Indonesia#



PENALARAN

Definisi Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengankonklusi (consequence).Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Metode Dalam Menalar

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:

Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.



Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Penalaran Induksi

Merupakan penalaran yang menyebutkan peristiwa atau keterangan atau data yang khusus untuk menuju kepada kesimpulan umum yang mencakup semua peristiwa khusus itu.

Macam-macam penalaran induksi :

- Generalisasi

Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.

- Analogi

Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kita dapat menarik kesimpulan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi, ada persamaan pula dalam bidang yang lain.

- Kausalitas

Kausalitas merupakan perinsip sebab-akibat yang dharuri dan pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan

.- Salah nalar

Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid.

Menarik Simpulan Secara Langsung

Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis.

Contoh kalimat :

- Semua ikan bernafas melalui insang. ( premis )
- Semua yang bernafas melalui insang adalah ikan. ( simpulan )

Menarik Simpulan Secara Tidak Langsung

Penarikan ini ditarik dari dua premis. Premis pertama adalah premis yang bersifat umum, sedangkan yang kedua adalah yang bersifat khusus. Contoh : Silogisme Kategorial. Silogisme kategorial adalah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi, yaitu :

- Premis umum : premis mayor ( My )
- Premis khusus : premis minor ( Mn )
- Premis simpulan : premis kesimpulan ( K )

Contoh silogisme kategorial :

- My : Semua mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KTM.
- Mn : Aini Fatimah adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.
- K : Aini Fatimah memiliki KTM



Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.

Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi. Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah. Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Penalaran ada 2 macam, yaitu Penalaran Induktif dan Penalaran Deduktif
• Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi.
• Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi.

Kamis, 28 Maret 2013

Tugas Komp. Lembaga Keuangan Perbankan

WORLD FINANCIAL FLOW


Nama    :   Reza Priyadi
NPM      :   18210167
Kelas     :   3EA20


World financial flow adalah sebuah aliran dana yang telah bertransaksi di seluruh dunia, bagaimana aliran keuangan dunia bisa berjalan. Ini adalah sebuah susunan perjalanan suatu keuangan.

·        Saham (stock), adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan atau biasa disebut dengan surat kepemilikan.
·        Obligasi, adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman (pemodal)


Bagan World Financial Flows


ank berkembang di Indonesia pada tahun 1988. Semua pihak dapat membuka cabang-cabang bank. Bank akan menjadi hidup dengan adanya masyarakat surplus (A) dan minus (B).
Dulu market share (pangsa pasar) misalkan ada empat bank, masing-masing dapat seperempat. Setelah tahun 1988 jumlah bank bertambah banyak sehingga market share bank menurun, karena masyarakat mempunyai banyak pilihan untuk memilih bank yang diminati.

i2 melakukan kredit melalui leasing, misal leasing ABC (i3). i3 > i2
Untuk menghindari resiko yang terjadi, Bank Siti bekerjasama dengan Asuransi KLM. Jika B tidak mampu membayar kredit sebesar Rp 100.000.000 pada leasing, maka Bank Siti akan mengalihkan resikonya kepada Asuransi KLM. Jika B bangkrut atau meninggal, maka Asuransi KLM akan bekerjasama dengan Asuransi OPQ. Kedua asuransi ini akan membagi dua pembayaran kredit B pada leasing supaya bebannya lebih ringan. Kejadian ini dinamakan reasuransi.
Jika Asuransi KLM dan Asuransi OPQ tidak sanggup membayar kredit B, maka mereka akan bekerjasama dengan asuransi ketiga, yaitu Asuransi XYZ. Kejadian ini dinamakan retrosesi. Tetapi di Indonesia hanya sampai pada reasuransi.
Peristiwa A mengalihkan resikonya ke bank, bank mengalihkan resikonya ke Asuransi KLM, itu dinamakan dengan RISK.
Maka, i3 > i2 > i1
Bank (Capital Market) = i4
Bagi A, i4 > i1
Bagi B, i4 > i2
Yang dijual Capital Market adalah :
  • Obligasi
Contohnya, pada tanggal 14 Maret 2012 mengeluarkan uang Rp 9.000.000, pada tanggal 14 April 2012 di jual dengan harga Rp 10.000.000. Dalam perubahan harga ini ada selisih 10%, itu dinamakan diskonto.
  • Saham
Contohnya, B ingin menambah modal dengan mengajak investor. Akhirnya ia jual saham. Dengan adanya saham maka memperoleh deviden. Dalam deviden ada laba yang dibagikan dan laba yang ditahan. Dengan saham juga memperoleh Capital Gain (Short Selling). Capital gain diperoleh tanpa waktu menunggu yang lama. Jumlah capital gain lebih besar dari deviden, dan dengan jangka waktu yang cepat.
Contoh :
Pada 14 Maret 2012 pukul 14.00, 1 lot = Rp 9.500. maka,
Pada 15 Maret 2012 pukul 15.00, 1 lot = Rp 10.500
Retrosesi
Dalam retrosesi untuk mengurangi kerugian, maka asuransi XYZ membuat perusahaan AB, CD, dan DE. Akhirnya perusahaan itu beralih ke capital market. Dengan kemungkinan kerugian dan resiko, B tidak mungkin membuat perusahaan terus menerus. Akhirnya B menjual saham dan obligasi.
Dalam perkembangannya, Asuransi XYZ memiliki saham di Bank Siti.
  • AB memiliki saham 20%
  • CD memiliki saham 20%
  • DE memiliki saham 15%
Dengan adanya saham yang dimiliki perusahaan AB, CD, dan DE, maka Asuransi XYZ menguasai saham Bank Siti sebesar 55%.
Dari peristiwa dan perkembangan perekonomian yang terjadi, itu adalah dampak dari globalisasi. Dan disebut dengan World Financial Flows.

Selasa, 26 Juni 2012

Otonomi Daerah


Otonomi Daerah

PENDAHULUAN
·         Latar Belakang
Keadaan geografis Indonesia yang berupa kepulauan berpengaruh terhadap mekanisme pemerintahan Negara Indonesia. Dengan keadaan geografis yang berupa kepulauan ini menyebabkan pemmerintah sulit mengkoordinasi pemerintahan yang ada di daerah. Untuk memudahkan pengaturan atau penataan pemerintahan maka diperlukan adanya suatu sistem pemerintahan yang dapat berjalan secara efisien dan mandiri tetapi tetap terawasi dari pusat.

Pada kenyataannya, otonomi daerah itu sendiri tidak bisa diserahkan begitu saja pada pemerintah daerah. Selain diatur dalam perundang-undangan, pemerintah pusat juga harus mengawasi keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah. Apakah sudah sesuai dengan tujuan nasional, yaitu pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Republik Indonesia yang berdasar pada sila Kelima Pancassila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.


PEMBAHASAN

·         Sejarah dan Pelaksanaan Otonomi Daerah
Sebelum membahas lebih jauh mengenai Otonomi Daerah perlulah kita mengetahui apakah sebenarnya Otonomi Daerah itu. Menurut UU No. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah bahwa otonomi daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan Otonomi Daerah sebagaimana dikandung dalarn UU No. 22/1999, adalah usaha memberi kesempatan kepada daerah untuk memberdayakan potensi ekonomi, sosial-budaya dan politik di wilayahnya. Dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Otonomi Daerah adalah merupakan pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk mengurusi masalah rumah tangganya sendiri yang disesuaikan dengan keadaan masyarakatnya. Pemerintah pusat hanyalah memberikan pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan yang ada di daerah masing-masing.

Semua perubahan yang terjadi akibat otonomi daerah semuanya bertujuan untuk memaksimalkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan mengoptimalkan hubungan tersebut maka aspirasi masyarakat yang akan disampaikan kepada pemerintah akan dapat tersampaikan dengan baik sehingga upaya pemerintah untuk memenuhi aspirasi masyarakat dapat terpenuhi. Dengan demikian diharapkan adanya transparansi antara pemerintah pusat dan daerah, supaya tujuan Bangs Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 dapat tercapai serta pemerataan pembangunan diseluruh wilayah indonesia dapat tercapai sesuai dengan sila kelima Pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosial Sagi Bagi Seluruh Bangsa Indonesia”. Selain itu mutlak pula diperlukan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk mengawasi jalannya pemerintahan supaya tidak terjadi penyelewengan seperti yang terjadi pada masa sekarang ini.

PENUTUP

Kesimpulan

Dampak Diterapkannya Otonomi Daerah

·         Dampak Positif
Dampak positif otonomi daerah adalah bahwa dengan otonomi daerah maka pemerintah daerah akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan identitas lokal yang ada di masyarakat. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggi dari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata

Dengan melakukan otonomi daerah maka kebijakan-kebijakan pemerintah akan lebih tepat sasaran, hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah cinderung lebih menegeti keadaan dan situasi daerahnya, serta potensi-potensi yang ada di daerahnya daripada pemerintah pusat.

·         Dampak Negatif
Dampak negatif dari otonomi daerah adalah adanya kesempatan bagi oknum-oknum di pemerintah daerah untuk melakukan tindakan yang dapat merugika Negara dan rakyat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu terkadang ada kebijakan-kebijakan daerah yang tidak sesuai dengan konstitusi Negara yang dapat menimbulkan pertentangan antar daerah satu dengan daerah tetangganya, atau bahkan daerah dengan Negara, seperti contoh pelaksanaan Undang-undang Anti Pornografi di tingkat daerah. Hal tersebut dikarenakan dengan sistem otonomi daerah maka pemerintah pusat akan lebih susah mengawasi jalannya pemerintahan di daerah, selain itu karena memang dengan sistem.otonomi daerah membuat peranan pemeritah pusat tidak begitu berarti.